Penyebab Penyakit pulmonari obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit pulmonari obstruktif kronis (PPOK), dikenal juga sebagai, antara lain, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit saluran udara obstruktif kronis (PSUOK), adalah sejenis penyakit paru obstruktif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang kronis. Biasanya, kondisi ini akan bertambah buruk seiring dengan waktu. Gejala utamanya antara lain adalah sesak napas, batuk, dan produksi sputum/lendir. Kebanyakan penderita bronkitis kronis juga menderita PPOK. Merokok tembakau adalah sebab paling utama dari PPOK, dan juga beberapa faktor lainnya seperti polusi udara dan genetik yang turut berperan kecil. Di negara-negara berkembang, salah satu sumber polusi udara biasanya adalah api untuk memasak dan pemanas yang berventilasi buruk. Jika terpapar penyebab iritasi ini dalam jangka waktu lama, akan mengakibatkan reaksi inflamasi di paru-paru yang menyebabkan penyempitan saluran udara dan rusaknya jaringan paru yang disebut sebagai emfisema. Diagnonis ini adalah berdasarkan terbatasnya aliran udara saat diukur dengan tes fungsi paru. Berbeda dengan asma, berkurangnya aliran udara tidak membaik secara signifikan ketika dilakukan pengobatan.1465533789612.jpg

PPOK dapat dicegah dengan mengurangi peluang terpapar penyebab-penyebab yang telah diketahui. Hal ini termasuk upaya untuk mengurangi rokok dan memperbaiki kualitas udara di dalam dan luar ruangan. Penanganan PPOK terdiri dari: berhenti merokok, vaksinasi, rehabilitasi, serta sering menghirup bronkodilator dan steroid. Sebagian orang ada yang merasakan perbaikan karena terapi oksigen jangka panjang atau pencangkokan paru. Bagi mereka yang mengalami periode bertambah parah akut, mungkin perlu meningkatkan penggunaan obat-obatan dan perawatan di rumah sakit.

Di dunia, PPOK mempengaruhi 329 juta orang atau hampir 5% dari populasi. Pada 2012, PPOK menjadi penyebab kematian nomor tiga, membunuh lebih dari 3 juta orang. Angka kematian ini diperkirakan akan meningkat karena meningkatnya jumlah perokok dan populasi manula di banyak negara. Hasilnya adalah kerugian ekonomi sekitar 2,1 triliun dolar pada 2010.

Penyebab

Penyebab utama PPOK adalah asap tembakau, dengan terpapar karena pekerjaan dan polusi dari api dalam ruang sebagai penyebab signifikan di beberapa negara. Biasanya, paparan terjadi selama beberapa dekade sebelum gejalanya berkembang. Komposisi genetik dalam diri seseorang juga mempengaruhi risiko.

  • Rokok Persentase wanita perokok tembakau pada akhir 1900-an dan awal 2000-an
    Persentase pria perokok tembakau pada akhir 1900-an dan awal 2000-an. Perhatikan bahwa skala yang digunakan untuk wanita berbeda dari pria. Faktor risiko terbesar dari PPOK secara global adalah merokok tembakau. Dari semua perokok, 20% diantaranya akan menderita PPOK, dan setengah dari para perokok seumur hidup akan menderita PPOK. Di Amerika Serikat dan Inggris, 80-95% dari mereka yang menderita PPOK adalah perokok atau pernah menjadi perokok. Kemungkinan terkena PPOK akan meningkat seiring dengan paparan rokok total. Kemudian, wanita lebih rentan terhadap efek buruk dari rokok dibandingkan pria. Bagi para non-perokok, merokok pasif adalah penyebab dari 20% kasus PPOK. Jenis-jenis rokok lainnya, seperti ganja, cerutu, dan merokok dengan pipa, juga memiliki risiko. Wanita yang merokok selama kehamilan akan meningkatkan risiko terkena PPOK bagi anak mereka.
  • Polusi udara Api untuk memasak yang berventilasi buruk, kebanyakan berbahan bakar batu bara atau bahan bakar biomasseperti kayu dan kotoran hewan, menghasilkan polusi udara dalam ruang dan merupakan salah satu penyebab utama dari PPOK di negara-negara berkembang. Api ini merupakan metode memasak dan memanaskan untuk lebih dari 3 juta orang dan wanita menderita dampak kesehatan yang lebih besar karena paparan yang lebih besar.[1][28] Bahan ini digunakan sebagai sumber energi utama di 80% rumah-rumah di India, Cina, dan Afrika sub-Sahara. Mereka yang hidup di kota besar memiliki tingkat PPOK lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hidup di pedesaan.[30] Meskipun polusi udara di perkotaan merupakan faktor yang berperan dalam eksaserbasi, perannya secara menyeluruh sebagai penyebab PPOK masih belum jelas.ref name=GOLD2013Chp1/> Wilayah dengan kualitas udara luar ruang yang rendah, termasuk dari gas buang, secara umum memiliki tingkat PPOK yang lebih tinggi. Namun efek menyeluruh dalam kaitannya dengan merokok dianggap kecil.
  • Terpapar karena pekerjaan Paparan intensif dan dalam waktu lama terhadap debu, bahan kimia, dan asap di tempat kerja dapat meningkatkan risiko PPOK baik untuk perokok maupun non-perokok. Terpapar karena pekerjaan dianggap sebagai penyebab dari 10-20% kasus PPOK. Di Amerika Serikat, hal ini dianggap terkait dengan lebih dari 30% kasus di antara mereka yang tidak pernah merokok, dan mungkin mewakili risiko lebih besar di negara-negara yang tidak memiliki peraturan yang cukup. Beberapa industri dan sumber telah terimplikasi, termasuk[29] tingkat debu yang tinggi di tambang batu bara, tambang emas, dan industri tekstil katun, pekerjaan yang melibatkankadmium dan isosianat, serta asap dari pengelasan. Untuk profesi tertentu, risikonya diramalkan setara dengan merokok setengah hingga dua bungkus rokok sehari. Terpapar debu silika dapat pula menyebabkan PPOK, dengan risiko yang tak ada hubungannya dengansilikosis. Efek negatif dari terpapar debu dan terpapar asap rokok sepertinya berdampak aditif atau lebih dari aditif.
  • Genetis Genetis juga berperan dalam perkembangan PPOK. PPOK lebih sering terjadi di antara sanak keluarga yang menderita PPOK dan perokok dibandingkan di antara penderita PPOK yang perokok yang tidak memiliki hubungan keluarga . Saat ini, satu-satunya faktor risiko yang dapat diwarisi adalah kekurangan alfa 1-antitripsin (AAT). Risikonya cukup tinggi khususnya jika seseorang mengalami kekuranganalfa 1-antitripsin dan juga merokok. Hal ini menjadi penyebab 1-5% kasus dan kondisi ini terdapat pada sekitar 3-4 dari 10.000 orang. Faktor-fektor genetis lain masih dalam penyelidikan, yang kemungkinan akan banyak ditemukan.
  • Lain-lain. Beberapa faktor lainnya tidak cukup erat terkait dengan PPOK. Risikonya lebih besar di kalangan mereka yang miskin, meskipun tidak jelas apakah hal ini disebabkan karena kemiskinan itu sendiri atau faktor-faktor lain yang terkait dengan kemiskinan, seperti polusi udara dan malagizi. Terdapat bukti tentatif bahwa mereka yang menderita asma dan hiperaktivitas saluran udara memiliki risiko PPOK yang lebih tinggi. Faktor-faktor kelahiran seperti berat lahir rendah juga memainkan peran sebagaimana sejumlah penyakit menular termasuk HIV/AIDS dan tuberkulosis. Infeksi pernapasan seperti pneumonia sepertinya tidak meningkatkan risiko PPOK, paling tidak pada orang dewasa.
  • Eksaserbasi Eksaserbasi akut (gejala yang tiba-tiba memburuk) biasanya dipicu oleh infeksi atau polutan lingkungan, atau terkadang karena faktor-faktor lain seperti penggunaan obat-obatan yang kurang tepat. Infeksi merupakan sebab dari 50-75% kasus, dengan bakteri dalam 25%, virus dalam 25%, dan keduanya dalam 25% kasus.Polutan lingkungan terdiri dari baik kualitas udara dalam ruang atau luar ruang. Terpapar asap rokok sendiri atau asap perokok lain juga meningkatkan risiko.[29] Suhu dingin juga berperan, dengan eksaserbasi yang lebih sering terjadi pada musim dingin. Mereka yang menderita penyakit parah yang telah ada sebelumnya mengalami eksaserbasi lebih sering: yang berpenyakit ringan 1,8 per tahun, menengah 2 hingga 3 per tahun, dan parah 3,4 per tahun. Mereka yang sering mengalami eksaserbasi akan mengalami kerusakan fungsi paru dengan lebih cepat.[43] Emboli pulmonari (penggumpalan darah di paru-paru) akan memperburuk gejala bagi mereka yang telah menderita PPOK.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s