Ekstrasistol ventrikular/premature ventricular contractions (PVC), Diagnosis dan Penanganannya

Ekstrasistol ventrikular/premature ventricular contractions (PVC), Diagnosis dan Penanganannya

Ekstrasistol ventrikular/premature ventricular contractions (PVC) merupakan suatu aritmia yang terlihat jelas pada elektrokardiogram dengan lebar (umumnya > 120 milidetik) dan morfologi QRS unik, yang terjadi akibat aktivasi atrium secara independen (gelombang P). PVC dapat terjadi akibat peningkatan automatisitas, aktivitas yang dipicu, atau re-entry. 

  • Umumnya asimptomatik
  • Palpitasi, rasa tidak nyaman pada leher atau dada, sinkop
  • Pasien akan merasa jantungnya seolah-olah berhenti berdenyut setelah suatu PVC
  • Pada pasien dengan penyakit jantung dan PVC frekuen jangka panjang, dapat menyebabkan angina, hipotensi, atau gagal jantung
  • Riwayat penyakit komorbid seperti penyakit jantung struktural (iskemia atau penyakit katup jantung)
  • Perlu juga ditanyakan riwayat konsumsi obat-obatan digitalis, kebiasaan mengonsumsi tembakau, kafein, alkohol berlebihan
  • Pemeriksaan Fisik
  • Tekanan darah ( dapat ditemukan hipotensi), nadi ( dapat ditemukan denyut ektopik yang diikuti dengan long pause), dapat diikuti dengan menurunnya intensitas bunyi jantung, pulse oxymetry (hipoksia dapat memicu PVC)
  • Gelombang A atau giant A pada pulsasi vena jugularis, splitting bunyi jantung II, dapat juga terdapat bunyi jantung S3 dan ronki (pada gagal jantung kongestif), hipertensi dan S4 pada PVC dengan hipertensi lama
  • Temuan neurologis: agitasi dan temuan aktivasi simpatis (dilatasi pupil, kulit kering dan hangat, tremor, takikardia, hipertensi) sugestif katekolamin sebagai penyebab PVC 

Pemeriksaan Penunjang

  • Laboratorium (sesuai indikasi): elektrolit (terutama kalium dan magnesium), kadar obat digitalis dalam serum darah, skrining obat-obatan
  • EKG 12 sadapan selama 2 menit dapat membantu untuk menentukan frekuensi ektopi dan merekam PVC infrekuen. Pada EKG dapat ditemukan hipertrofi ventrikel kiri, iskemia jantung aktif (ST depresi atau elevasi, T-inverted), infark miokard sebelumnya (gelombang Q atau hilangnya gelombang R, bundle branch block), gangguan elektrolit (QT memanjang, gelombang T hiperakut), efek obat (QRS melebar, QT memanjang), gambaran morfologi PVC. Derajat keparahan PVC dapat diukur dengan skoring Lown yaitu nilai 0 = tidak ada PVC, 1 = sesekali ( < 30/jam), 2 = frekuen (>30/jam), 3 = multiform, 4 = repetitif (A= couplets, B =Salvos atau 2:3), 5 = pola R-on-T. Semakin tinggi nilai Lown, maka PVC makin serius.
  • Holter monitoring selama 24 jam untuk menentukan kuantitas dan karakteristik PVC.
  • Ekokardiografi berguna untuk evaluasi fraksi ejeksi, yang berguna untuk menentukan prognosis dan juga mengidentifikasi penyakit katup atau hipertrofi ventrikel.

Pemeriksaan Penunjang

  • Diagnosis BandingSindrom koroner akut, infark miokard, miokarditis, fibrilasi ventrikel, takikardia ventrikel 

Secara umum tidak perlu diterapi, terutama pada pasien yang tidak memiliki penyakit jantung struktural.

  • Indikasi terapi primer adalah meredakan gejala.
  • Terapi lini pertama adalah Beta-blocker: atenolol 25-100 mg/hari atau metoprolol 50-200 mg/hari. Apabila tidak efektif, amiodaron dapat dipertimbangkan.
  • Obat antiaritmia kelas I atau kelas III dapat dipertimbangkan, namun potensi untuk proaritmia dan toksisitas organ harus menjadi pertimbangan. Alternatif pada pasien simptomatis, terutama yang tidak memiliki penyakit jantung struktural, adalah ablasi kateter radiofrekuensi (RFA).
  • PVC yang mengikuti denyut ventrikel lambat dapat dihilangkan dengan meningkatkan laju denyut jantung dasar dengan atropine atau isoproterenol atau dengan pacu jantung, sementara menurunkan HR pada pasien dengan takikardia sinus dapat menghilangkan PVC.
  • PVC frekuen, meskipun dalam seting infark miokard akut, tidak perlu diterapi, kecuali memberi kontribusi hemodinamik kompromais. Pada pasien rawat inap dapat diberi lidokain. Apabila dosis maksimum lidokain maksimal tidak berhasil, procainamide IV dapat diberikan. Propranolol dianjurkan bila obat lain tidak berhasil.
  • Koreksi gangguan elektrolit, gangguan keseimbangan asam basa, dan hipoksia

KOMPLIKASI

  • Takikardia ventrikel, fibrilasi ventrikel, kematian mendadak 

PROGNOSIS

  • Tergantung penyebab, beratnya gejala dan respons terapi 

Referensi

  • Lerman BB. Ventricular Arrythmias.ln: Goldman, Ausiello. Cecil Medicine. 23’d Edition. Philadelphia. Saunders, Elsevier. 2008.
  • Olgin J, Zipes DP. Ventricular Rhythm Disturbances. In: Libby P, Bonow RO, Mann DL Zipes DP. Braunwald’s Heart Disease. 9 1h Edition. Philadelphia. Saunders, Elsevier. 2012.

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s