Kesehatan Remaja Seks Sekunder 

Remaja adalah masa transisi dari periode anak menuju periode dewasa. Pada masa ini terjadi banyak perubahan pesat yang perlu mendapat perhatian dari orangtua. Agar remaja dan orangtua dapat mengatasi transisi ini dengan baik, penting untuk mengerti bagaimana dan apa yang terjadi selama transisi ini secara fisik, kognitif, sosial serta bagaimana peran orangtua dan dewasa lainnya membantu proses ini.

Perkembangan seks sekunder yang karakteristik.

  • Selama pubertas terjadi perubahan kadar hormonal yang berperan dalam perkembangan seks sekunder, termasuk pertumbuhan rambut pubik dan ketiak, menarke (haid pertama) pada remaja perempuan atau pertumbuhan penis pada remaja laki-laki, perubahan suara pada remaja laki-laki, peningkatan produksi kelenjar minyak dan keringat dan pembentukan jerawat.
  • Pada anak perempuan, tanda pubertas pertama adalah pertumbuhan payudara, berupa penonjolan putting disertai pembesaran daerah areola dan terjadi pada umur sekitar 8-12 tahun. Haid pertama (menarche) terjadi pada stadium lanjut pubertas dan sangat bervariasi antar individu dan rata-rata terjadi pada umur 10,5-15,5 tahun dan kecepatan pertumbuhan tinggi badan mulai menurun.
  • Pada anak laki-laki, pacu tumbuh tinggi badan dimulai sekitar 1 tahun setelah terjadi pembesaran testis, yaitu sejak dari umur 10,5-16 tahun atau 17,5 tahun.

Apa yang tampak akibat perubahan ini:

  • Remaja sering tidur lebih lama, penelitian menunjukkan remaja membutuhkan tidur lebih lama, rata-rata sekitar 9 ½ jam pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhannya yang begitu cepat.
  • Remaja perempuan sangat sensitif terhadap berat badannya. Keprihatinan ini timbul akibat kenaikan berat badan yang cepat, 62% remaja dilaporkan berusaha mengurangi berat badannya,5 dan 1-3% remaja perempuan terobsesi dengan berat badannya dan menimbulkan gangguan makan berat seperti anoreksia nervosa atau bulimia.
  • Kecepatan perkembangan fisik antar remaja di kelompoknya tidak sama, dapat lebih cepat (early-maturers) atau lebih lambat (late-maturers). Maturasi dini pada remaja laki-laki membuatnya lebih popular dan memegang posisi memimpin di kelompoknya, sedangkan pada remaja perempuan cenderung menjadi depresi, gangguan makan dan ansietas.

Perlakuan orangtua terhadap perkembangan fisik remaja

  • Tidak mengkritik atau membandingkan antar remaja
  • Anjurkan remaja untuk mendapatkan cukup tidur, mencoba untuk mengerti bila remaja tidur sampai siang hari di akhir pekan
  • Anjurkan dan beri contoh kebiasaan makan sehat
  • Anjurkan dan beri contoh latihan fisik, dengan latihan fisik akan membakar kelebihan kalori dan menguatkan otot-otot serta membantu remaja menjadi lebih nyaman dengan perubahan tubuhnya.
  • Memberikan pendidikan reproduksi remaja yang benar.
  • Membangun kedekatan emosional dan komunikasi yang baik dengan anak
  • Memberikan pengetahuan agama dan akhlak sejak dini, sehingga anak sudah memiliki pondasi aqidah dan akhlak yang baik sejak dini serta pola asuh yang baik dan tepat sejak usia dini.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s