Penanganan Terkini Di Rumah  Anak Dengan Gangguan Emosi dan Temperamen Tinggi


Penanganan Terkini Di Rumah  Anak Dengan Gangguan Emosi dan Temperamen Tinggi

  1. Membicarakannya. Tetaplah tenang untuk menghadapi kemarahan dengan benar. Hal terburuk yang Orang tua dapat lakukan adalah menghadapi luapan kemarahan anak dengan luapan kemarahan juga. Anak membutuhkan pengaruh yang tenang, terutama saat sedang marah, dan jika Anda tidak bisa menyediakannya, Anda tidak bisa mengharapakan mereka untuk tenang. Ambil nafas dalam-dalam dan tunggu beberapa detik sebelum memutuskan untuk mengambil respon.
  2. Pastikan Anak mempunyai apa yang dia butuhkan. Ingatlah bahwa kemarahan anak Anda bukanlah cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan apa yang “mereka inginkan”, tapi bisa jadi sebagai akibat dari frutrasi, kurangnya kebutuhan akan perhatian Anda, atau bahkan masalah fisik seperti tekanan darah rendah, kesakitan atau masalah pencernaan. Mungkin anak Anda sedang tumbuh gigi, popoknya kotor atau butuh tidur siang. Pada kasus seperti ini, jangan pernah mencoba untuk bernegosiasi dengan Anak, tapi cukup dengan memberikan apa yang mereka butuhkan dan kemarahan akan reda.Akan sangat umum jika anak melempar kemarahan saat mereka mengantuk. Waktu tidur siang yang terjadwal dapat membantu mencegah berulangnya kemarahan jika hal ini tampaknya sebagai penyebab.Jika Anda sedang bepergian dan mengajak Anak Anda, bawalah selalu cemilan sehat, jadi dia tidak akan meluapkan kemarahan saat dia lapar.
  3. Tanyakan apa yang terjadi. Anak hanya ingin didengar, dan meluapkan kemarahan seringkali menjadi cara terbaik yang mereka ketahiu untuk mengespresikan diri mereka. Menyikapi Anak Anda dengan serius dengan bertanya apa yang terjadi dan mendengarkan sebagai repon kemarahan dapat membantu. Pegang Anak Anda dan beri mereka perhatian penuh sehingga mereka punya waktu untuk menjelaskan.Bukan berarti bahwa Anda harus menyerah pada apapun keinginan Anak Anda. Poinnya adalah dengan cukup mendengarkan Anak Anda dengan cara yang terhormat, seperti yang Anda lakukan pada orang lain. Baik Anak Anda butuh mainan baru atau tidak mau berangkat ke sekolah, mereka mempunyai hak untuk mengekspresikannya.
  4. Beri alasan yang jelas, bukan hanya dengan berkata “tidak” dan “karena saya berkata demikian” biarkannya menjelaskan apa alasannya, membuat anak frustrasi. Anda tidak perlu memberikan alasan panjang-lebar, tapi menyediakan alasan bagi tindakan Anda akan membantu Anak berpikir jernih dan merasa lebih terkontrol pada situasi.Sebagai contoh, jika Anda berada di Toko Kelontong dan Anak Anda meluapkan kemarahan karena dia menginginkan sereal manis, ingatkan dia bahwa dia menyukai oatmeal dan buah untuk sarapan, jadi tidak perlu membeli sereal juga.
  5. Tawarkan Anak Anda strategi meniru. Sebagai contoh, anak laki-laki/anak perempuan Anda ingin es krim, tapi waktunya terlalu dekat dengan makan malam. Katakan:”Johnny/Alexis, kamu menjadi benar-benar marah sekarang. Tenang, atau kamu harus pergi ke kamarmu.” Anda telah memberi mereka pilihan: mengontrol dirinya sendiri atau, jika dia tidak bisa, pindah kan ke tempat dimana dia tidak bisa mempengaruhi Anak lainnya. Jika dia membuat pilihan yang tepat (untuk tenang), ingat untuk memujinya: “Kamu meminta es krim dan Saya menjawab tidak. Saya mau mengucapkan terima kasih karena kamu menjawab tidak.”Sebaliknya, berikan konsekuansi dan luruskan jika di memilih untuk marah. Bimbing dia ke kamarnya dan tegaskan bahwa dia akan tetap berada di sana sampai dia tenang, sebagai contoh. Hal ini lebih mudah dengan anak usia dua tahun daripada delapan tahun, jadi semakin dini Anda memulai proses pembelajarannya, akan semakin baik.
  6. Tahan Sikap Anda. Berempatilah tapi tegas ketika berbicara dengan Anak Anda, dan sekali Anda memberikan penjelasan dengan tenang, jangan mundur. Anak Anda mungkin tidak menjadi tenang dengan seketika, tapi dia akan ingat bahwa meluapkan kemarahan tidak akan mengarah kepada hasil yang memuaskan. Lain kali saat Anak Anda menginginkan sesuatu, dia akan cenderung untuk tidak mengamuk.
  7. Ambil langkah untuk mencegah cidera. Beberapa anak dapat menjadi sangat aktif ketika sedang marah. Jika hal ini terjadi, singkirkan benda-benda berbahaya dari tempatnya atau arahkan ke tempat aman.Cobalah untuk menghindari menahan Anak saat dia marah, tapi kadang hal ini perlu dan menenangkan. Bersikaplah lembut (jangan gunakan tenaga berlebihan), tapi peganglah dia dengan tegas. Berbicaralah dengan meyakinkan kepada Anak, terutama jika kemarahannya sebagai akibat dari kekecewaan, frustrasi, atau lingkungan yang tidak dikenalnya.
  8. Jangan kehilangan kesabaran. Sangat penting untuk memberi contoh perilaku pada Anak Anda. Jika Anda kehilangan kesabaran dan mulai berteriak dan meluapkan kemarahan gaya orang dewasa Anda, Anak Anda akan melihat bahwa ini adalah perilaku yang dapat diterima di rumah Anda. Tidak mudah untuk dilakukan, tapi dengan tetap tenang dan menguasai diri adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri dan Anak Anda. Luangkan beberapa menit untuk mendinginkan suasana bagi diri sendiri jika diperlukan. Biarkan pasangan Anda atau orang lain yang bertanggung jawab untuk menjaga Anak Anda ketika Anda sedang menenangkan diri. Tempatkan Anak Anda di kamarnya dengan pagar di depan pintu jika diperlukan.Jangan memukul atau berteriak kepada Anak Anda. Kehilangan kendali diri dengan cara ini hanya akan membuat Anak merasa bingung dan takut kepada Anda. Ini akan mengarah pada hubungan yang tidak sehat dan kurangnya rasa percaya.Memberi contoh cara yang baik berkomunikasi dan menangani frustrasi dalam hubungan dengan pasangan Anda juga sangat penting. Hindari bertengkar di depan Anak Anda , atau marah jika hal tidak berjalan seperti yang Anda inginkan.
  9. Bantu Anak Anda untuk merasakan dicintai apapun kondisinya.Kadang, Anak meluapkan kemarahan karena mereka hanya ingin cinta dan perhatian lebih. Pengurangan kasih sayang bukan merupakan kebijakan yang baik saat mendisiplinkan Anak. Apapun yang terjadi, Anak Anda seharusnya tahu kalu Anda mencintai mereka tak peduli apapun kondisinya.Hindari memarahi Anak atau berkata “Saya sangat kecewa padamu” ketika dia sedang meluapkan kemarahan.Peluk Anak Anda dan katakan “Aku menyanyangimu,” bahkan jika Anda sedang sangat frustrasi dengan tingkah lakunya.

Mencoba Kebijakan Waktu Habis

  • Gunakan kebijakan waktu habis selama masa krisis. Hindari untuk beralasan dengan Anak yang sedang berada di tengah luapan amarah penuh. Berikan dia waktu untuk melampiaskannya. Sebaliknya, berikan Anak susunan kata untuk mengungkapkan emosi yang sedang mereka alami. Gunakan kalimat seperti,”Kamu pasti merasa benar-benar frustrasi karena tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan sekarang,” atau, “Kamu pasti merasa sangat lelah setelah hari yang sangat panjang.” Hal ini tidak hanya membantu Anak untuk mencerna kata-kata ini nantinya, tapi menunjukkan empati tanpa harus menyerah. Pada titik ini, Anda mungkin menemukan bahwa pilihan terbaik adalah memberi Anak waktu sampai dia tenang.
  • Katakan kepada Anak Anda saatnya “waktu habis” atau “waktu tenang”. Jika Anak usia balita Anda sudah berada pada masa krisis penuh, dan tidak ada cara lain dia akan bersikap responsif dengan percakapan rasional, kadang waktu tenang adalah metode terbaik. Katakan padanya ini saatnya menjadi diam sampai dia bisa tenang dan merasa lebih baik.Tetap tenangkan diri Anda untuk menjadi contoh perilaku yang baik bagi Anak Anda.Jangan gunakan waktu diam sebagai hukuman atau ancaman, tapi gunakanlah sebagai cara untuk memberikan Anak Anda ruang sehingga dia bisa menjadi tenang.
  • Tempatkan dia di tempat aman. Tempat tidur anak atau tempat aman lainnya di rumah dimana Anda merasa nyaman meninggalkannya sendirian sementara waktu adalah yang terbaik. Tempat itu sebaiknya bebas dari gangguan seperti komputer, TV atau video game. Pilih tempat yang sepi dan tentram yang dapat member pengaruh perasaan tenang pada Anak.Jangan kunci Anak di dalam kamar. Hal ini dapat berbahaya dan dapat diartikan sebagai hukuman.
  • Jelaskan kepada Anak bahwa Anda akan berbicara dengan dia saat dia sudah tenang. Hal ini akan membantu Anak Anda untuk mengerti bahwa Anda mengabaikannya karena perilakunya tidak dapat diterima, bukan karena Anda tidak peduli padanya. Ketika Anak Anda sudah tenang, penuhi bagian Anda dengan mendiskusikan kemarahan dan keprihatinan Anak.
  • Berbicara jika sudah waktunya. Ketika Anak Anda tidak lagi memiliki kecocokan, bicarakan tentang apa yang terjadi. Tanpa memarahi Anak Anda atau dengan nada menuduh, tanyakan mengapa dia marah. Berikan pengertian yang jelas tentang cerita dari sisi Anda.Sangatlah penting untuk tidak memperlakukan Anak Anda sebagai musuh, meskipun Anda sedang marah kepadanya. Peluk Anak Anda dan berbicaralah dengan penuh kasih sayang bahkan ketika Anda menjelaskan bahwa kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan.
  • Konsisten. Anak membutuhkan struktur untuk merasa aman dan terlindungi akan hidup mereka. Jika mereka tidak pernah yakin akan apa yang akan terjadi jika mereka berperilaku dengan cara tertentu, mereka akan mulai berperilaku tidak pantas. Gunakan “waktu habis” atau “waktu diam” setiap kali Anak Anda meluapkan kemarahan. Dia akan segera belajar bahwa berteriak dan menendang tidak seefektif membicarakan segala sesuatu.
  • Cobalah untuk mencatat trik waktu habis. Jika Anda merasa tidak nyaman menaruh Anak Anda di ruang atau tempat berbeda, Anda tetap bisa memfasilitasi waktu habis dengan cara mengalihkan perhatian Anda di tempat lain. Ketika Anak Anda sedang meluapkan kemarahan, katakan padanya Anda akan menuliskannya. Ambil buku jurnal dan tulislah apa yang terjadi dan bagaimana perasaan Anda. Minta kepada Anak Anda untuk memberitahu apa yang dia rasakan sehingga Anda bisa menuliskannya juga. Anak Anda mungkin ingin terlibat pada apa yang Anda lalukan, dan akan segera lupa untuk berteriak dan menangis.

Tahu Kapan Saatnya untuk Mendapat Bantuan AhliSunting

  • Lihat jika Anda dapat menangani Anak Anda. Beda Anak beda respon dengan metode pendisiplinan. Cobalah beberapa hal berbeda dan lihat mana yang tampaknya berhasil. Jika Anak Anda tetap meluapkan kemarahan tidak peduli apapun yang Anda lakukan, Anda mungkin ingin mendapat bantuan dari luar dari seorang dokter atau terapis., yang dapat memberi lebih banyak ide yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Anak Anda.
  • Lihat apakah kemarahannya terkait dengan faktor lingkungan.Stimulan lingkungan tertentu dapat mengakibatkan Anak Anda memiliki lebih banyak kemarahan dari biasanya. Kadang Anak memiliki sensitifitas pada makanan tertentu (terutama gula), cahaya, kerumunan besar, musik, atau faktor lain yang dapat melukai mereka dan menyebabkan amarahnya meluap menjadi frustrasi.
  • Perhatikan waktu, kapan Anak Anda marah, dan lihat apakah kemarahannya itu terkait dengan sesuatu pada lingkungan. Singkirkan stimulan dan lihat apakah hal ini membantu.Dapatkan saran ahli jika Anda mengalami kesulitan mencari tahu apa yang menjadi penyebab kemarahan Anak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s