Bartolinitis, Infeksi Pembengkakan Alat Kelamin Luar Wanita: Penyebab, Gejala dan Penanganannya

wp-1507110160367..jpg

Bartolinitis, Infeksi Pembengkakan Alat Kelamin Luar Wanita: Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Bartholin adalah kelenjar yang terletak pada kedua sisi bibir vagina pada alat kelamin perempuan. Kelenjar Bartholin mengeluarkan cairan yang berperan sebagai pelumas saat berhubungan seksual. Kelenjar ini kecil sehingga tidak mudah terdeteksi oleh tangan maupun mata. Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.

Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Penyebab infeksi ini bisa dari Infeksi Penyakit Menular Seksual, tetapi bisa juga dari penyebab lainnya. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh : virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks, jamur : kandida albikan, protozoa : amobiasis dan trikomoniasis, dan bakteri : neiseria gonore.

Penyebab Kista Bartholin

  • Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar Bartholin mengalir melewati saluran langsung menuju vagina. Saluran tersumbat yang menampung kelebihan cairan kemudian berkembang menjadi kista. Kista Bartholin dapat makin membesar setelah berhubungan seksual karena penambahan cairan yang diproduksi kelenjar Bartholin saat terjadi hubungan seksual.
  • Penyumbatan kelenjar Bartholin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri, iritasi jangka panjang, atau peradangan. Infeksi kista Bartholin dapat terjadi oleh bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS), yaitu bakteri Gonococcus yang menyebabkan penyakit gonore atau kencing nanah dan Chlamydia trachomatis (penyakit chlamydia/klamidia). Bakteri lainnya adalah Streptococcus pneumoniae sebagai penyebab pneumonia, Escherichia coli atau E. coli sebagai penyebab diare dan keracunan makanan, dan Haemophilus influenzae sebagai penyebab meningitis.
  • Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina
  • Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks, amur : kandida albikan, protozoa : amobiasis dan trikomoniasis dan bakteri : neiseria gonore.
  • Infeksi alat kelamin wanita bagian atas bisa disebabkan virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika, jamur : asinomises, bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan E.coli

Mekanisme Terjadinya Penyakit

  • Pada vulva perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
  • Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam
  • Lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). “Kuman dalam vagina bisa menginfeksi salah satu kelenjar bartolin hingga tersumbat dan membengkak. Jika tak ada infeksi, tak akan menimbulkan keluhan

1494627841043_crop_946x128

  • Keberadaan kista Bartholin yang tidak terinfeksi biasa berbentuk benjolan tanpa rasa sakit dan dapat teraba lunak.
  • Kista bisa saja baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan rutin pada daerah panggul.
  • Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
  • Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam
  • Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke dokter dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.
  • Terdapat abses pada daerah kelamin
  • Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.

Diagnosis Kista Bartholin

  • Umumnya kista Bartholin hanya terjadi pada satu sisi, sementara sisi lainnya tetap berukuran normal. Kista yang terinfeksi bakteri bisa langsung dikenali berdasarkan gejala dan ukurannya. Penting untuk melakukan pemeriksaan rutin pada daerah panggul, terutama bila ditemukan benjolan untuk mengetahui diagnosis penyakit.
  • Selain pemeriksaan pada daerah panggul dokter juga kemungkinan akan mengambil contoh cairan dari vagina untuk mengetahui apakah ada infeksi menular seksual.
  • Biopsi akan direkomendasikan bagi pasien pasca menopause atau yang berusia lebih dari 40 tahun untuk mendeteksi sel kanker. Dokter juga bisa melakukan prosedur pengangkatan untuk memastikan apakah benjolan tersebut ganas, terutama pada wanita tua.

1494627841043_crop_916x138

  • Kista Bartholin ditangani dengan cara yang berbeda-beda. Kista kecil yang tidak terinfeksi dapat dirawat di rumah dan tidak memerlukan prosedur serta obat-obatan spesifik. Sebaliknya, kista membutuhkan penanganan lebih lanjut bila ukurannya besar, membuat penderita tidak nyaman, atau terjadi infeksi. Penanganan kista Bartholin meliputi obat-obatan, pengeluaran abses, dan pengangkatan kista.
  • Duduk Berendam di Air Hangat. Duduk berendam di dalam air hangat setinggi panggul dapat menjadi pilihan pada kasus kista terinfeksi yang berukuran kecil. Lakukan beberapa kali sehari selama beberapa empat hari hingga kista pecah dan cairan keluar. Handuk hangat juga bisa digunakan untuk mengompres area di mana kista terletak.
  • Obat pereda nyeri. Paracetamol dan Ibuprofen dapat dikonsumsi sebagai pereda rasa sakit. Selalu perhatikan keterangan serta dosis penggunaan saat mengkonsumsi obat-obatan bebas. Hubungi dokter atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika benjolan bertambah besar dan sakit.
  • Obat Antibiotik. Penggunaan antibiotik berfungsi menghilangkan infeksi penyebab timbulnya abses pada kista yang terinfeksi. Juga pada kasus di mana penderita terbukti terkena infeksi menular seksual. Antibiotik dapat tidak diperlukan lagi apabila abses telah dikeluarkan secara signifikan.
  • Prosedur Pemasangan Kateter Pemasangan kateter untuk mengeluarkan abses. Pada prosedur ini, sayatan kecil dibuat untuk memasukkan kateter berupa pipa dengan ujung balon tiup ke dalam kista. Setelah nanah atau cairan dikeluarkan, air garam mengisi balon dan membuatnya mengembang sehingga memenuhi kista. Hal ini bertujuan menciptakan ruang untuk pertumbuhan sel baru sekaligus untuk menciptakan saluran permanen agar tidak terjadi penyumbatan kembali di masa datang.
  • Marsupilasi Kista Prosedur yang mana cairan dikeluarkan dengan cara mengiris kista, lalu menjahit ujung pada kulit sekitarnya agar kista tetap terbuka untuk mencegah terbentuknya kista baru. Prosedur ini dapat dikombinasikan dengan pemasangan kateter.
  • Prosedur Pengangkatan Kista Prosedur ini dilakukan saat prosedur lain tidak berhasil, kista terbentuk kembali atau kista dialami oleh perempuan pascamenopause yang memiliki risiko kanker lebih tinggi. Operasi pengangkatan ini membutuhkan anestesi umum sebelum dilakukan pengangkatan selaput berisi kista. Sebaiknya hindari aktivitas seksual setelah melalui prosedur penanganan kista Bartholin hingga empat minggu. Hindari juga penggunaan sabun mandi yang mengandung wewangian hingga beberapa minggu. Untuk sementara, gunakan pembalut agar proses pemulihan berjalan baik, tanpa komplikasi. Komplikasi dari penanganan yang masih mungkin terjadi adalah pendarahan, infeksi, rasa sakit, serta kambuhnya kista. Segera hubungi dokter jika terjadi komplikasi pascaoperasi penanganan.
  • Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
  • GONORE (GO)
    99 kasus GO pada wanita menyerang servik uteri dan 50-75 % kasus pada wanita tidak ada gejala atau keluhan. Kalau ada keluhan biasanya disuria dan lekore, yang sering diabaikan oleh penderita. Sering hanya didapatkan riwayat kontak dengan penderita. Pemeriksaan dengan spekulum : ostium uteri eksternum bisa tampak normal, kemerahan atau erosif. Tampak vaginal discharge dengan sifat mukoid keruh, mukopurulen atau purulen. Mungkin didapatkan komplikasi seperti : bartolinitis, salpingitis, abses tubo ovarii bahkan pelvik peritonitis. Ketiga komplikasi tersebut terahir disebut Pelvis Inflamatory Disease (PID). Pemeriksaan laboratorium: Hapusan servik atau vaginal discharge : Diplokokus gram negatif intraseluler lekosit.
    Terapi :
  • Penisilin Prokain : 4,8 juta IU IM (skin test dulu), 2 hari berturut turut, atau
  • Kanamisin : 2 gram IM dosis tunggal, atau
  • Amoksisilin atau Ampisilin : 3,5 gram oral dosis tunggal (lebih poten bila ditambahkan Probenesid 1 gram), atau
  • Tetrasiklin cap: 4 X 500 mg selama 5 hari, atau
    dosis awal 1.500 mg, dilanjutkan 4 X 500 mg selama 4 hari, atau
  • Kotrimoksasol tablet 480 : 1 X 4 tablet selama 5 hari
  • Bila ada komplikasi : Amoksisilin atau Ampisilin : 3,5 gram oral dosis tunggal diteruskan 4 X 500 mg selama 10 hari.
  • Pengamatan dan pemberian ulang dilakukan pada hari ke 3, 7 dan 14, sesudah itu setiap bulan selama 3 bulan.
  • Terapi sebaiknya diberikan juga kepada patner sex penderita (suami) secara bersamaan. Selama masa terapi sebaiknya kegiatan sex dihentikan.

Uretritis Non Gonoroe

  • Biasanya tidak ada keluhan. Kalau ada, keluhan biasanya adalah disuria dengan atau tanpa discharge. Sering juga dikeluhkan keluar darah pada akhir dari buang air kecil (terminal dysuria). Sering bersifat kumat-kumatan (yang membedakan dengan GO) Riwayat kontak sering (+)
  • Pemeriksaan : Mungkin ada discharge uretra. Bila disertai sistitis, mungkin ada nyeri tekan suprapubis.
  • Laboratorium : Uretral discharge : diplokokus (-), lekosit >10/lapangan pandang. Urin : berawan atau didapat benang-benang pendek (threads)
  • Penatalaksanaan :
    1) Tetrasiklin : 4 X 500 mg selama 5 – 7 hari atau
    2) Erytromisin : 4 X 500 mg selama 5 – 7 hari.
    3) Pada kasus persisten lama pengobatan 21 hari.

Trikomoniasis

  • Keluhan utama biasanya adalah adanya keputihan dengan jumlah banyak, berwarna kuning atau putih kehijauan. Sakit pada saat berhubungan sex (dyspareunia) juga sering dikeluhkan. Riwayat suami kencing nanah perlu ditanyakan, karena > 50% penderita GO wanita disertai dengan trikomoniasis.
  • Pemeriksaan Pemeriksaan in speculo : terasa sakit, fluor albus cair dengan jumlah banyak dan berwarna kuning atau putih kehijauan, khas : didapat bintik-bintik merah (punctatae red spots atau strawbery cervix) di dinding vagina.
  • Laboratorium Fluor albus : dengan mikroskup cahaya Trichomonas vaginalis (+).

Kandidiasis

  • Keluhan utama biasanya adalah keputihan dan gatal di vagina. Mungkin juga dikeluhkan adanya rasa sakit waktu melakukan aktivitas sexual. Faktor predisposisi : diabetes militus, pemakaian Pil KB, dan pemakaian antibiotika yang tidak terkontrol serta kegemukan.
  • Pemeriksaan : Vulva : tampak merah, udem, adanya plak putih, mungkin didapat juga fisura atau erosi (Vulvovaginitis). In speculo : Terasa sakit, Discharge kental, sedikit, putih seperti keju dan biasanya menutup portio.
  • Laboratorium : Sel ragi (yeast cells) atau tunas (budding body) dan pseudohypha
    atau spora.
  • Penatalaksanaan :
    1) Topikal : Nistatin vaginal tablet : 1 X 1, selama 7 hari, dan
    2) Nistatin tablet : 4 X 1 tablet, selama 14 hari.

Pencegahan

  • Hindari melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Ingat, kuman juga bisa berasal dari pasangan Anda. Jika Anda berganti-ganti pasangan, tak gampang mendeteksi sumber penularan bakteri. Peradangan berhubungan erat dengan penyakit menular seksual dan pola seksual bebas.
  • Biasakan membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual.
  • Untuk menghadang radang, berbagai cara bisa dilakukan. Salah satunya adalah gaya hidup bersih dan sehat : Konsumsi makanan sehat dan bergizi. Usahakan agar Anda terhindar dari kegemukan yang menyebabkan paha bergesek. Kondisi ini dapat menimbulkan luka, sehingga keadaan kulit di sekitar selangkangan menjadi panas dan lembap. Kuman dapat hidup subur di daerah tersebut.
  • Hindari mengenakan celana ketat, karena dapat memicu kelembapan. Pilih pakaian dalam dari bahan yang menyerap keringat agar daerah vital selalu kering.
  • Periksakan diri ke dokter jika mengalami keputihan cukup lama. Tak perlu malu berkonsultasi dengan dokter kandungan sekalipun belum menikah. Karena keputihan dapat dialami semua perempuan.
  • Berhati-hatilah saat menggunakan toilet umum. Siapa tahu, ada penderita radang yang menggunakannya sebelum Anda.
  • Biasakan membersihkan diri, setelah buang air besar, dengan gerakan membasuh dari depan ke belakang.
  • Jika tidak dibutuhkan, jangan menggunakan pantyliner. Perempuan seringkali salah kaprah. Mereka merasa nyaman jika pakaian dalamnya bersih. Padahal penggunaan pantyliner dapat meningkatkan Kelembapan kulit di sekitar vagina.
  • Alat reproduksi memiliki sistem pembersihan diri untuk melawan kuman yang merugikan kesehatan. Produk pembersih dan pengharum vagina yang banyak diperdagangkan sebetulnya tidak diperlukan. Sebaliknya jika digunakan berlebihan bisa berbahaya.

Pencegahan

  • Kista Bartholin bisa dicegah dengan memulai kebiasaan menjaga kebersihan area sekitar alat kelamin dengan baik. Terutama penggunaan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari infeksi kista Bartholin dan penyakit infeksi menular seksual lainnya.

1517455808953-1.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s