Hiperurisemia, Gout atau Pirai, Gejala dan Penanganannya

1517385376744-6.jpgHiperurisemia, Gout atau Pirai, Gejala dan Penanganannya

Hiperurisemia adalah meningkatnya kadar asam urat darah diatas normal (pria > 7 mg/dL, wanita > 6 mg/dL) yang bisa disebabkan oleh peningkatan produksi asam urat, penurunan ekskresi as am urat pada urin, atau gabungan keduanya. Hiperurisemia yang berkepanjangan dapat menyebabkan gout, namun tidak semua hiperurisemia menimbulkan patologi berupa gout.

Gout atau pirai adalah penyakit metabolik yang sering ditemukan pada laki-laki > 40 tahun dan perempuan pasca menopause, karena penumpukan kristal monosodium urat (MSU) pada jaringan akibat dari hiperurisemia. Biasanya ditandai dengan episode artritis akut dan kronis, pembentukan tofus, serta risiko untuk deposisi di interstitium ginjal (Nefropati) dan saluran kemih (nefrolitiasis).

Artritis gout adalah peradangan akut yang hebat pada jaringan sendi disebabkan oleh endapan kristal-monosodium urat dan mengakibatkan satu atau beberapa manifestasi klinik.

  • Perjalanan alamiah gout terdiri dari tiga periode yaitu: periode hiperurisemia tanpa gejala klinis, episode artritis gout akut diselingi interval tanpa gejala klinis, dan artritis gout kronis. Serangan artritis gout akut yang pertama paling sering mengenai tungkai bawah (80-90% kasus) umumnya pada sendi metatarsofalangeal I (MTP I) yang secara klasik disebut podagra, onsetnya tiba-tiba, sendi terkena mengalami eritema, hangat, bengkak dan nyeri tekan, serta biasanya disertai gejala sistemik, seperti demam, menggigil, dan malaise.
  • Pada beberapa pasien hanya mengalami satu kali episode serangan akut, namun pasien pada umumnya akan mengalami serangan artritis akut kedua dalam 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Serangan akut artritis berikutnya dapat mengenai beberapa sendi, menyebar ke tungkai atas terutama lengan dan tangan.
  • Serangan akut artritis yang tidak terobati dengan baik akan mengakibatkan artritis gout kronis yang ditandai destruksi kronis beberapa sendi yang telah sering mengalami serangan akut, disertai inflamasi ringan pada sendi, deformitas sendi dan terdapattofi (kristal MSU dikelilingi sel mononuklear dan sel raksasa). artritis gout Kronis berkembang dalam 5 tahun dari onset pertama akut artritis gout pada sekitar 30% pasien yang tidak terobati dengan baik.
  • Anamnesis arthritis, perjalanan penyakit ditujukan untuk mencari adanya riwayat keluarga, penyakit lain sebagai penyebab sekunder hiperurisemia, riwayat minum minuman beralkohol, obat-obatan tertentu.
  • Pemeriksaan FisikKeadaan sendi harus dievaluasi apakah terdapat tanda-tanda inflamasi, seperti eritema, hangat, bengkak, dan nyeri tekan, serta tanda deformitas sendi dan tofi (tanda khas gout). Sendi yang terkena biasanya pada tungkai bawah, umumnya pada sendi metatarsofalangeal I (MTP I).
  • Faktor lain perlu juga dicari kelainan atau penyakit sekunder seperti tanda-tanda anemia, pembesaran organ limfoid, keadaan kardiovaskular, tekanan darah, tanda kelainan ginjal.

Pemeriksaan Penunjang

  • Pemeriksaan darah rutin, asam urat, kreatinin
  • Ekskresi asam urat urin 24 jam
  • Bersihan kreatinin
  • Radiologis sendi (jika perlu)

Diagnosis Artritis Gout Berdasarkan Kriteria ACR (American College Rheumatology), diagnosis ditegakkan bila salah satu dari poin (1), (2) dan (3) berikut terpenuhi.

  • Didapatkan kristal MSU di dalam cairan sendi, atau
  • Didapatkan kristal MSU pada tofus, atau

Didapatkan 6 dari 12 kriteria berikut:

  • Inflamasi maksimal pada hari pertama
  • Serangan artritis akut lebih dari 1 kali
  • Serangan artritis monoartikular
  • Sendi yang terkena berwarna kemerahan
  • Pembengkakan dan sakit pada sendi metatarsofalangeal (MTP) I
  • Serangan pada sendi MTP unilateral
  • Serangan pada sendi tarsal unilateral
  • Tofus (atau suspek tofus)
  • Hiperurisemia
  • Pembengkakan sendi asimetris (radiologis)
  • Kista subkortikal tanpa erosi (radiologis)
  • Kultur bakteri cairan sendi negatif

DIAGNOSIS BANDING

  • Pseudogout (penimbunan kristal kalsium piro fosfat dehydrogenasefCPPD)
  • Artritis septik
  • Artritis reumatoid
  • Palindromic rheumatism


Nonfarmakologis

  • Penyuluhan diet rendah purin (hindari jerohan, seafood)
  • Hidrasi yang cukup
  • Penurunan berat badan (target BB ideal)
  • Menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang menaikkan asam urat darah ( etambutol, pirazinamid, siklosporin, asetosal, tiazid)
  • Olahraga ringan

Farmakologis

Pengobatan fase akut:

  • Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) kerja cepat, baik yang non selektif maupun yang selektif.
  • Kortikosteroid (glukokortikoid) per oral dosis rendah, parenteral, atau injeksi lokal IA (seperti triamsinolon 5-10 mg untuk sendi kecil atau 20-40 mg untuk sendi besar) terutama bila ada kontraindikasi dari OAINS.
  • Kolkisin dapat menjadi terapi efektif namun efeknya lebih lambat dibandingkan OAINS dan kortikosteroid. Manfaat kolkisin lebih nyata untuk pencegahan serangan akut, terutama pada awal pemberian obat antihiperurisemik, dengan dosis 0,5-1 mg/hari.
  • Obat antihiperurisemik seperti alopurinol tidak boleh diberikan pada fase akut kecuali pada pasien yang sudah rutin mengkonsumsinya.
  • Obat antihiperurisemik:
  • Obat penghambat xantin oksidase ( untuk tipe produksi berlebih), misalnya allopurinol
  • Obat urikosurik (untuk tipe ekskresi rendah), misal probenesid

KOMPLIKASI

  • Tofus, deformitas sendi, nefropati gout, gaga! ginjal, batu saluran kencing (obstruksi dan atau infeksi).

PROGNOSIS

  • Angka kekambuhan gout akut: 60% dalam satu tahun pertama; 80 % dalam 2 tahun; 90% dalam 5 tahun. Perjalanan penyakit gout akan lebih buruk bila: onset gejala muncul pada usia muda (< 30 tahun), serangan sering berulang, kadar asam urat darah tinggi (tidak terkontrol), dan mengenai banyak sendi. Sekitar 20% pasien gout akan timbul urolitiasis dengan batu asam urat atau batu kalsium oksalat.

REFERENSI

  • Chen Lon X. Primary Immune Deficiency Diseases. In: Longo Fauci Kasper, Harrison’s Principles of Internal Medicine 18 1h edition.United States of Arnerica:Mcgraw Hill. 2012

1517448755695-1.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s