Keystone Symposia on Molecular & Cellular Biology yang disponsori oleh The Bill & Melinda Gates

Keystone Symposia on Molecular & Cellular Biology yang disponsori oleh The Bill & Melinda Gates

image

DOKTER Irwanto kaget betul membaca beberapa jurnal dan literatur tentang kerja docosahexaenoic acid (DHA) saat studi di Belanda pada September–Desember 2011. Ketika itu, dia membaca bahwa DHA tidak punya efek signifikan terhadap kecerdasan serta kemampuan berpikir. Padahal, kenyataannya, banyak produk yang mengunggulkan DHA. Berbagai iklan susu di media berlomba-lomba mencantumkan DHA sebagai faktor yang membuat mereka unggul. DHA diklaim baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Karena tikus yang dipakai seusia manusia 11 hingga 21 tahun, DHA juga terbukti manjur bagi remaja hingga lansia. Prestasinya itu kini bisa berguna bagi banyak orang. Hal tersebut ditandai dengan publikasi penelitian DHA pada jurnal international South Asian Journal of Experimental Biology (sajeb.org) padaDesember 2013.image

Dalam acara  11th Annual Gates Foundation Grand Challenge Conference pada 19-21 Oktober 2015 di Beijing Cina , ia bersama puluhan orang perwakilan dari berbagai negara menerima penghargaan bergensi Keystone Symposia on Molecular & Cellular Biology yang disponsori oleh The Bill & Melinda Gates  Foundation dan The Ministry of Science and Technology of China. Dalam kesempatan tersebut, ratusan peserta datang dari berbagai negara, seperti dari wilayah Asian, Nepal, India, Bangladesh, Cina, Amerika, Afrika hingga Eropa.

DHA murni berasal dari alga dan minyak ikan. Tapi, yang banyak dipakai adalah DHA alga. Sebab, minyak ikan sulit didapat. Ikan salmon yang jadi sumber terbaik DHA pun bisa punah kalau terus diburu untuk dijadikan obat.

Selama sebulan, tiga tikus ’’disandera’’ dan diberi minum tiga cairan yang berbeda. Hasilnya langsung terlihat setelah otak tiga tikus tersebut dibedah dan diteliti. Pembedahan itu juga susah. Sebab, irisan otak harus sangat tipis agar bisa ditaruh di bawah mikroskop. Irwanto bercerita sambil mengeluarkan kotak kayu berisi puluhan irisan otak tikus.

Pada akhir 2013, hasilnya resmi dipublikasikan. Ternyata, DHA murni terbukti mampu meningkatkan kecerdasan dan memori. Khususnya pada bagian otak yang memproduksi sel saraf dan mengatur sistem kognitif, kecerdasan, dan ingatan. Yakni, hippocampus, ventrikel lateralis,dan bulbus olfaktorius.Saat remaja hingga usia lanjut, produksi sel saraf pada tiga tempat itu menurun. Akibatnya, banyak orang yang menderita demensia, pikun, susah konsentrasi, kecerdasan menurun, hingga alzheimer pada lansia. Namun, justru risetnya itu membuktikan ada peningkatan kerja sel saraf pada tikus yang diberi DHA. ’’Dengan begitu, DHA sangat baik diberikan pada usia dewasa hingga lansia. Memori mereka akan lebih baik dan kecerdasan naik, termasuk hal yang berkaitan dengan kemampuan kognitif,” kata Irwanto.

Potensi DHA
Dalam pencapaian penghargaan itu, terpilihnya penelitian DHA tentu bukan tanpa alasan. Melalui penelitiannya yang berhasil dipublikasi pada jurnal international South Asian Journal of Experimental Biology, Desember 2013 itu, Irwanto berhasil membuktikan adanya kemampuan DHA terhadap tumbuh kembang otak.Semua bermula ketika ia menjalani studi di Belanda pada September–Desember 2011 lalu. Irwanto membaca sejumlah jurnal dan literatur yang menyebutkan bahwa DHA tidak punya efek signifikan terhadap kecerdasan serta kemampuan berpikir.

Karena merasa hal tersebut kurang sesuai, lelaki kelahiran 27 Februari 1967 ini segera melakukan riset sepulangnya ke Indonesia. Sekitar setahun, 2012–2013, peraih penghargaan Nutrisia Indonesia Found 2009 itu berkutat di laboratorium. Penelitian ini untuk mematahkan beberapa jurnal dan literatur tentang kerja docosahexaenoic acid (DHA).
Dalam penelitian itu dijelaskan bahwa saat remaja hingga usia lanjut, produksi sel saraf pada tiga tempat itu menurun. Akibatnya, banyak orang yang menderita demensia, pikun, susah konsentrasi, kecerdasan menurun, hingga alzheimer pada lansia. Namun, justru risetnya itu membuktikan ada peningkatan kerja sel saraf pada tikus yang diberi DHA. ’’Dengan begitu, DHA sangat baik diberikan pada usia dewasa hingga lansia. Memori mereka akan lebih baik dan kecerdasan naik, termasuk yang berkaitan dengan kemampuan kognitif,” kata wisudawan terbaik FK Unair 2013 tersebut.Bahkan menurut dokter yang juga hobi tenis itu, DHA murni terbukti mampu meningkatkan kecerdasan dan memori. khususnya pada bagian otak yang memproduksi sel saraf dan mengatur sistem kognitif, kecerdasan, dan ingatan. Yakni, hippocampus, ventrikel lateralis,dan bulbus olfaktorius.

DHA tidak hanya baik untuk perkembangan otak anak. Ternyata DHA juga terbukti manjur bagi remaja hingga lansia. Bahan yang biasanya terkandung pada susu anak itu juga terbukti mampu meningkatkan daya ingat para lanjut usia. Kandungan  DHA murni dapat diperoleh dari alga dan minyak ikan. Namun, dijelaskan yang banyak dipakai adalah DHA alga. Sebab, minyak ikan sulit didapat. Ikan salmon yang jadi sumber terbaik DHA pun bisa punah kalau terus diburu untuk dijadikan obat.

Lanjutkan Penelitian

Karena passion-nya tertuju untuk kegiatan penelitian, maka selanjutnya Irwanto berencana kembali melanjutkan penelitiannya. Di penghujung November 2015 lalu, ia mewakili FK Unair menjalani join research bersama Kobe University  hingga Februari 2016 mendatang. Selain melanjutkan penelitian DHAnya, selama beberapa bulan disana, ia akan kembali melanjutkan penelitian genetik kasus neurologi anak yakni seputar pola tidur dan perilaku anak autis dengan CBCL (Children Behavior Checklist) di Indonesia dan Jepang. Penelitian ini sebenarnya lanjutan dari penelitian sebelumnya tahun 2013 lalu. Ini adalah kali keempat Irwanto melanjutkan penelitiannya di Kobe University.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab authis. Peraih dokter teladan tahun 1993 itu mengatakan kondisi itu pula yang kemudian menyebabkan sistem pengobatan penderita authis begitu rumit. Satu-satunya cara untuk mengantisipasinya adalah dengan mengenali seperti apa gejala authis sejak awal. Sehingga diharapkan ada perbaikan terhadap perilaku penderita authis jauh sebelum kondisinya semakin parah. Salah satu cara mendeteksi secara dini adalah dengan mengamati seperti apa pola tidur sang anak. Dari penelitiannya itu, ia mencoba membandingkan seperti apa pola tidur antara anak normal dengan anak authis. Menurut analisis sementara, disimpulkan bahwa jika saja mekanisme tidur anak terganggu, maka apakah kondisi demikian  amat berhubungan dengan perilaku anak ? Dari pertanyaan itu, Alumnus SMAN 2 Surabaya itu  mencoba menggalinya.

Salah satu metode pengamatan yang diterapkan Irwanto dalam penelitiannya adalah dengan menggunakan bantuan diagnosa CBCL (children behavior checklist). Melalui diagnosa tersebut, dapat diketahui ada tidaknya gangguan tidur pada anak. Hingga saat ini, sulung lima bersaudara itu telah menghasilkan lebih dari 15 buah penelitian. Sebagai bentuk kecintaannnya pada dunia penelitian, selalu ada 1 penelitian baru maupun lanjutan yang ia hasilkan setiap tahun.Beberapa  penelitiannya pun berhasil ter-publish di sejumlah jurnal internasional.  Selain aktif membidangi penelitian, Irwanto juga cukup aktif menjadi pembicara di berbagai forum internasional. Antara lain ia pernah diundang menjadi salah seorang pembicara dalam forum acara Gender & Disaster Post Traumatic Stress Disorder in Indonesian Children 5 Year After Stunami  di Kobe University ,tahun 2014 lalu.. Bahkan jurnalnya telah terpublish di jurnal Southest Asian Tropic Medical Public Health Vol 46 No 5 September 2015.  Bagi pria yang hobi menulis itu, penelitian adalah hal yang menyenangkan. Dikesempatan yang lebih banyak menyita waktu itu, Ia mencoba menikmati setiap proses tersebut. Baginya, dari penelitian itu semua hal bisa terungkap, hasilnya berguna bagi banyak orang. Meski, dia kerap kali harus mendanai risetnya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s