Sindrom delirium akut (Acute Confusional State/ACS), Gejala dan Penanganannya

Sindrom delirium akut (acute confusional state/ACS), Gejala dan Penanganannya

Sindrom delirium akut (acute confusional state/ACS) adalah sindrom mental organik yang ditandai dengan gangguan kesadaran dan atensi serta perubahan kognitif atau gangguan persepsi yang timbul dalam jangka pendek dan berfluktuasi.

Penyebabnya yaitu defisiensi neurotransmitter asetilkolin, gangguan metabolism oksidatif di otak yang berkaitan dengan hipoksia dan hipoglikemia,meningkatnya sitokin otak pada penyakit akut, sehingga menggangu transduksi sinyal neurotransmitter serta second messenger system dan akibatnya menimbulkan gejala serebral dan aktivitas psikomotor.

  • Gejala yang dapat dijumpai yaitu gangguan kognitif global berupa gangguan memori jangka pendek, gangguan persepsi (halusinasi, ilusi), gangguan proses berpikir (disorientasi waktu, tempat, orang) komunikasi tidak relevan, autoanamnesisi sulit dipahami. Pasien mengomel terus atau terdapat ide-ide pembicaraan yang melompat-lompat, siklus tidur berubah (siang hari tertidur sedangkan malam hari terjaga).
  • Gejala-gejala tersebut terjadi secara akut dan fluktuatif, dari hari ke hari dapat terjadi perubahan gejala secara berganti-ganti. Pada anamnesis perlu ditanyakan fungsi intelektual sebelumnya, status fungsional, awitan dan perjalanan konfusi, riwayat serupa sebelumnya, faktor pencetus dan faktor predisposisi juga perlu ditanyakan pada anamnesis.
  • Perubahan kesadaran dapat dijumpai. Perubahan aktivitas psikomotor baik hipoaktif (23%), hiperaktif (25%), atau normal (15%). Pasien dapat berada dalam kondisi fully alert di satu hari namun hari berikutnya pasien tampak gelisah. Gangguan konsentrasi dan perhatian terganggu saat pembicaraan. Pemeriksaan neurologis, tingkat kesadaran (Glasgow coma scale), pemeriksaan tanda-tanda vital (adanya demam).

Pemeriksaan Penunjang

  • Diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis, menemukan penyebab/ pencetus:
  • Lakukan pemeriksaan neurologis untuk mendeteksi defisit neurologis fokal adakah cerebro vascular disease atau transient ischemic attack, lakukan brain CT scan jika ada indikasi
  • Darah perifer lengkap
  • Elektrolit (terutama natrium), ureum, kreatinin, dan glukosa darah, fungsi hati
  • Analisis gas darah
  • Urin lengkap dan kultur resistensi urin
  • Foto toraks
  • EKG
  • Kultur darah
  • Uji atensi (mengurutkan nama hari dalam seminggu, mengurutkan nama bulan dalam setahun, mengeja balik kata pintu)
  • Uji status mental: MMSE (mini-mental-state examination), delirium rating scale. Delirium symptom interview.
  • CT scan: jika ditemukan kelainan neurologis
  • Kadar B12 dan asam folat
  • Analisis gas darah
  • Kultur sputum
  • Fungsi lumbal jika dicurigai adanya meningitis

Kriteria diagnosis menurut diagnostic and statical maual of mental disorders (DSM-IV-TR)

  • Meliputi gangguan kesadaran yang disertai penurunan kemampuan untuk memutuskan, mempertahankan, atau mengalihkan perhatian, perubahan kognitif (ganguan daya ingat, disorientasi,atau gangguan berbahasa) atau timbulnya gangguan persepsi yang bukan akibat demensia, gangguan tersebut timbul dalam jangka pendek (jam atau hari) dan cenderung berfluktuasi sepanjang hari, serta terdapat bukti dari anamnesis, pemeriksaan jasmani, atau pemeriksaan penunjang bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan kondisi medis umum maupun akibat intoksikasi, efek samping, atau putus obat/zat.
  • Bersarkan DSM IV telah disusun algoritme (CAM/confusion assessment method) ditambah uji status mental lainnya yang dapat dipakai sebagai uji baku emas diagnosis.

  • Tujuan pengobatan: menemukan dan mengatasi pencetus serta faktor predisposisi
  • Penanganan tidak hanya dari aspek jasmaniah, namun juga aspek psikologik/ psikiatrik, kognitif, lingkungan, serta pemberian obat
  • Berikan oksigen, pasang infuse dan monitor tanda-tanda vital pasien setidaknya 4 jam sekali
  • Segera dapatkan hasil pemeriksaan penunjang untuk memandu langkah selanjutnya. Tujuan utama terapi adalah mengatasi faktor pencetus
  • Jika dikhawatirkan aspirasi dapat dipasang pipa naso gastric
  • Kateter urin dipasang terutama jika terdapat ulkus dekubitus disertai inkontinensia urin
  • Awasi kemungkinan immobilisasi
  • Hindari sebisa mungkin pengikatan tubuh untuk mencegah imobilisasi, jika memang diperluakan, gunakan dosis terendah obat neruoleptik dan atau benzodiazepine dan monitor status neurologisnya, pertimbangkan penggunaan antipsikotik atipika. Kaji ulang intervensi ini setiap hari,targetnya adalah penghentian obat antipsikotik dan pembatasan pengunaan obat tidur secepatnya
  • Kaji status dehidrasi secara berkala, hitung urine output setiap 4 jam
  • Ruangan tempat pasien harus berpenerangan cukup, terdapat jam dan kalender yang besar dan jika memugkinkan diletakkan barang-barang yang familiar bagi pasien dari rumah, hindari stimulus berlebihan, keluarga dan tenaga kesehatan harus berupaya sesering mungkin mengingatkan pasien mengenai hari dan tanggal, jika kondisi klinis sudah memungkinkan pakai alat bantu dengan atau kacamata yang biasa digunakan oleh pasien sebelumnya, motivasi untuk berinteraksi sesering mungkin dengan keluarga dan tenaga kesehatan evaluasi strategi orientasi realitas.
  • Beritahu kepada pasien bahwa dirinya sedang bingung dan disorientasi namun kondisi tersebut dapat membaik

KOMPLIKASI

  • Fraktur, hipotensi sampai renjatan, trombosis vena dalam, emboli paru, sepsis

REFERENSI

  • Purchas M, Guidelines for the Diagnosis and Management of Acute Confusion. Diunduh dari http:/ /www.acutemed.co.uk pad a tanggal 19 Mei 2012.
  • Marcantonio ER, Goldman L.Mangione CM, et al. A clinical prediction rule for delirium after elective noncardiac surgery. JAMA 1994; 271:134-139.
  • Inouye SK, van Dyck CH, Alessi CA. Balkin S, Siegal AP, Horwitz Rl. Clarifying confusion: the confusion assessment method. A new method for detection of delirium. Ann Intern Med (1990) 113:941-8.

wp-1517463794458..jpg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s