Bayi Berat Badan Lahir Rendah, Penyebab dan Penanganannya

wp-1520740760417..jpgBayi Berat Badan Lahir Rendah, Penyebab dan Penanganannya

Berat lahir bayi adalah hasil perkembangan dalam kandungan dan kecukupan nutrisi bayi saat dilahirkan. Bayi dikatakan memiliki berat lahir rendah atau BBLR apabila memiliki berat badan kurang dari 2500gr (2,5 kg). Beberapa klasifikasi lain untuk berat lahir rendah adalah: berat lahir sangat rendah jika di bawah 1,5 kg, dan berat lahir rendah ekstrem jika di bawah 1 kg. Berat lahir rendah tidak hanya mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan tetapi juga kesehatan bahkan kelangsungan hidup bayi. Pada umumnya, bayi yang dilahirkan prematur atau kurang dari 37 minggu usia kandungan memiliki berat lahir yang lebih rendah dari bayi normal. Di samping jangka waktu kehamilan, berat lahir bayi ditentukan oleh beberapa faktor yang pada umumnya berkaitan dengan kesehatan ibu dan kesehatan saat kehamilan.

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lebih rendah dari berat badan bayi rata-rata. Bayi dinyatakan mengalami BBLR jika beratnya kurang dari 2,5 kilogram, sedangkan berat badan normal bayi yaitu di atas 2,5 atau 3 kilogram. Sementara pada bayi yang lahir dengan berat kurang dari 1,5 kilogram, dinyatakan memiliki berat badan lahir sangat rendah.

BBLR dapat terjadi ketika bayi lahir secara prematur dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (belum cukup bulan), atau bayi mengalami gangguan perkembangan dalam kandungan. Berdasarkan data Badan Litbang Kementrian Kesehatan Indonesia pada tahun 2014, sekitar 10 persen bayi lahir dengan berat badan rendah, dan jumlah paling banyak terjadi di Sulawesi Tengah, yaitu 17 persen.

Bayi dengan berat badan lahir rendah ini rentan sakit atau mengalami infeksi, Sedangkan dalam jangka panjang, bayi tersebut berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik atau kemampuan dalam belajar. Semakin rendah berat badan lahir bayi, maka semakin banyak masalah medis yang akan dihadapi, apalagi jika bayi tersebut terlahir prematur.

Ciri dan Gejala Berat Badan Lahir Rendah

Selain memiliki berat badan lahir yang lebih rendah dari bayi normal, bayi BBLR juga akan tampak:

  • Lebih kurus.
  • Memiliki lemak tubuh yang lebih sedikit.
  • Memiliki ukuran kepala yang besar dibanding ukuran tubuh lainnya.

Bayi BBLR juga sering dilahirkan secara prematur. Masalah yang umum ditemui pada bayi seperti ini adalah:

  • Memiliki kadar gula dalam darah yang rendah (hipoglikemia).
  • Memiliki masalah dalam menyusu.
  • Memiliki hambatan dalam menaikkan berat badan.
  • Kesulitan untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat pada temperatur yang normal.
  • Memiliki terlalu banyak sel darah merah yang membuat darah terlalu kental (polisitemia).

Penyebab Berat Badan Lahir Rendah

Banyak kondisi yang menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Penyebab utama dan yang paling banyak terjadi adalah kelahiran prematur, yaitu persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur tidak sempat mengalami pertumbuhan pesat yang terjadi pada trimester akhir kehamilan. Maka dari itu, bayi tersebut cenderung memiliki berat badan rendah dan bertubuh kecil.

Di samping kelahiran prematur, kondisi lain yang dapat membuat bayi berisiko lahir dengan barat badan rendah adalah:

Kondisi kesehatan ibu

  1. Anemia – Kondisi ini pada umumnya disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) dalam darah saat kehamilan dan diatasi dengan mengonsumsi suplemen tablet Fe saat hamil.
  2. Riwayat keguguran dan melahirkan BBLR – salah satu masalah yang menyebabkan keguguran adalah ketika tubuh tidak dapat mempertahankan kandungan. Individu dengan usia lebih dari 30 biasanya lebih berisiko memiliki kandungan yang lebih lemah sehingga berisiko melahirkan prematur dan BBLR.
  3. Penyakit Infeksi – beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan BBLR adalah HIV, toxoplasmosis dan listeria. HIV dapat ditularkan melalui plasenta ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi hingga menyebabkan gangguan perkembangan dan imun bayi sejak dalam kandungan. Sedangkan toxoplasmosis dan listeria menginfeksi lewat makanan yang tidak matang atau tidak higienis.
  4. Komplikasi kehamilan – di antaranya gangguan pada uterus dan letak plasenta yang lebih rendah sehingga bayi harus dilahirkan dengan operasi caesar saat kurang dari usia kandungan normal.
  5. Pregnancy blues – disebabkan gangguan hormonal yang menyebabkan kesedihan terus-menerus selama hamil. Dampaknya dapat menghilangkan nafsu makan dan kelelahan yang konstan pada ibu hamil.
  6. Paparan alkohol dan asap rokok saat hamil (pasif maupun aktif) – konsumsi keduanya menyebabkan racun masuk ke aliran darah ibu hamil dan dapat merusak plasenta, sehingga dapat merusak sumber nutrisi bagi bayi dalam kandungan. Keduanya juga dapat menyebabkan kerusakan sel terutama protein dan lapisan lipid. Konsumsi alkohol sebanyak 20 gram saja dapat menyebabkan janin mengalami hambatan perkembangan dan bernapas.
  7. Intrauterine growth restriction. Pada kondisi ini, bayi tidak tumbuh dengan baik saat berada dalam kandungan. Masalah ini dapat dipicu oleh gangguan pada plasenta yang menghambat pertumbuhan bayi akibat tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup.
  8. Komplikasi selama kehamilan, misalnya ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi.
  9. Janin menderita kondisi medis bawaan.
  10. Bayi kembar. Bayi kembar sering lahir dengan berat badan rendah dan prematur, karena tidak banyak ruang dalam rahim untuk kedua janin.
  11. Usia ibu hamil masih muda. Ibu hamil dengan usia kurang dari 15 tahun berisiko tinggi memiliki bayi
  12. Ibu hamil mengalami malnutrisi.
  13. Ibu hamil menggunakan NAPZA atau minum minuman beralkohol.
  14. Ibu hamil memiliki masalah emosi selama kehamilan.

Diagnosis Berat Badan Lahir Rendah

  • Diagnosis berat badan lahir rendah (BBLR) dapat diperkirakan oleh dokter kandungan sejak masa kehamilan. Saat pemeriksaan kehamilan rutin, dokter akan mengamati perkembangan ukuran dan berat badan janin dalam rahim, dan membandingkannya dengan usia kehamilan. Metode pemeriksaan yang umumnya dilakukan adalah USG kehamilan.
  • Diagnosis BBLR dapat ditetapkan pada saat bayi lahir, jika berat badannya kurang dari 2,5 kg.

1516636029543-9.jpgPenanganan Berat Badan Lahir Rendah

  • Hampir seluruh bayi BBLR memerlukan perawatan di rumah sakit setelah lahir. Penanganan dapat dilakukan sesuai dengan usia kehamilan, kondisi kesehatan, serta respons bayi terhadap pengobatan atau prosedur tertentu.
  • Untuk bayi BBLR dengan komplikasi tertentu, seperti paru-paru yang belum matang atau masalah pada usus, maka bayi tersebut perlu dirawat di ruang perawatan intensif neonatal (NICU). Di ruang ini, petugas medis akan membaringkan bayi di tempat tidur yang suhunya telah diatur, serta memberikan susu dengan teknik dan alat khusus. Bayi baru diperbolehkan pulang setelah komplikasi dapat diatasi dan ibunya dapat memberikan ASI secara normal.
  • Untuk bayi BBLR, dokter sangat menganjurkan pemberian ASI, karena dapat mendukung pertumbuhan dan kenaikan berat badan. Jika ibunya tidak bisa memberikan ASI, bayi dapat diberikan ASI dari donor.
  • Bayi BBLR yang lahir tanpa komplikasi dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhannya seiring waktu. Namun pada saat dewasa, kebanyakan bayi BBLR berisiko mengalami berat badan berlebih atau obesitas, serta berisiko menderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Beberapa bayi BBLR juga dapat mengalami keterlambatan perkembangan mental.

Komplikasi Berat Badan Lahir Rendah

Komplikasi yang dapat timbul akibat berat badan lahir rendah (BLBR), antara lain adalah:

  • Gangguan perkembangan paru-paru atau organ lainnya.
  • Masalah pernapasan, seperti sindrom gangguan pernapasan bayi.
  • Masalah neurologis, seperti perdarahan di dalam otak.
  • Masalah gastrointestinal, seperti necrotizing enterocolitis.
  • Kematian mendadak.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s