Roseola Infantum, Ruam Menyerupai Campak. Gejala dan Penanganannya

Ruam kemerahan dan demam tinggi tidak selalu menjadi gejala campak ataupun rubella. Kondisi ini mungkin merupakan salah satu gejala penularan virus roseola infantum. Penanganan yang tepat akan menghindarkan balita dari risiko yang berbahaya.

Roseola infantum adalah penyakit infeksi yang umum terjadi pada bayi dan balita. Gejala yang terjadi adalah demam tinggi yang disertai dengan ruam pada kulit setelah demam turun. Roseola infantum disebabkan oleh human herpesvirus 6(HHV-6). Gejala ditandai dengan demam secara tiba-tiba dan ruam yang berkembang setelah suhu tubuh kembali ke normal. Wabah roseola bisa bersifat musiman dan dapat menyebar di lingkungan tertentu. Roseola infantum banyak terjadi pada anak yang berusia enam bulan hingga tiga tahun. Usia puncak terjadinya adalah 9-21 bulan.

Virus roseola infantum sering menyerang bayi usia enam bulan hingga 1,5 tahun. Umumnya virus ini tidak berbahaya, bahkan terkadang kondisi ini juga tidak terdeteksi karena gejalanya bersifat umum. Meski begitu, Anda tetap harus waspada jika kondisi ini menyerang buah hati Anda, sebab roseola termasuk penyakit menular.

1511710098604_crop_610x66-2.jpg

Kemunculan roseola biasanya ditandai dengan beberapa gejala, antara lain:

  • Demam biasanya akan turun setelah 3-4 hari. Setelah itu, muncul ruam merah muda yang biasanya muncul pada punggung, perut, atau dada. Ruam dapat terasa gatal, dan kadang juga dapat menyebar ke kaki dan wajah. Pada beberapa kasus yang sangat jarang, anak yang mengalami roseola akan mengalami kejang demam. Demam Gejala roseola infantum dimulai sekitar 5 sampai 15 hari setelah infeksi. Demam berkisar 39,5-40,5 °C dan bisa dimulai secara tiba-tiba. Demam bisa berlangsung selama tiga sampai lima hari.
  • Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
  • Kejang. Lima sampai 15% dari anak-anak mengalami kejang, sebagai akibat dari demam tinggi. Terutama demam yang meningkat dengan cepat.

  • Hidung meler dan diare ringan. Meskipun demam tinggi, anak biasanya waspada dan aktif. Gejala ini sering disalahartikan sebagai flu biasa pada anak-anak sehingga terlambat ditangani. Selain itu, beberapa anak juga mengalami sakit perut.

  • Pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran terjadi pada kelenjar getah bening di belakang kepala, sisi leher, dan di belakang telinga. Demam biasanya hilang pada hari keempat.

  • Ruam. Anak-anak yang terjangkit roseola infantum mengalami ruam dalam beberapa jam atau sehari setelah demam turun. Ruam yang terbentuk berwarna merah dan datar atau tidak berbintil. Ruam terjadi sebagian besar pada bagian dada dan perut dan ukuran yang tidak terlalu besar pada wajah, lengan, dan kaki. Ruam ini tidak gatal dan dapat berlangsung dari beberapa jam sampai dua hari kedepan. Anak yang terkena penyakit ini akan sangat rewel dan kelelahan. Maka, butuh kesabaran ekstra dari orang tua untuk mendampinginya. Selain itu, kondisi orang tua juga harus sehat selama anak masih sakit.

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pembengkakan kelenjar pada leher.
  • Pembengkakan kelopak mata.
  • Waspadai kemungkinan terjadinya penularan virus kepada anak-anak lain. Bila perlu, berlakukan masa isolasi untuk anak yang terkena virus agar saudaranya yang lain tidak tertular.

  • Roseola biasanya terjadi karena infeksi virus herpes tipe 6 (HHV/human herpesvirus 6) yang penyebarannya sama dengan penularan flu, yaitu melalui batuk atau bersin dari anak lain yang lebih dulu terinfeksi. Selain itu, virus juga bisa menular setelah menyentuh barang yang disentuh penderita. Barang-barang tersebut dapat berupa pegangan pintu, mainan, ataupun gelas dan alat makan.

1517391881608-14.jpg

  • Tidak ada pengobatan khusus untuk roseola. Seperti penyakit virus pada umumnya, gejala harus dilewati hingga virus hilang dengan sendirinya.

  • Hal yang paling penting yang dapat orang tua  lakukan adalah membuat anak beristirahat dan mendapat banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  • Gunakan obat penurun panas jika perlu. Berikan obat penurun panas jika ia demam. Namun, jangan memberikan paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan. Selain itu, jangan pernah memberikan aspirin pada anak di bawah usia 16 tahun, kecuali atas resep dokter. Jika anak terlampau tidak nyaman atau demam terlalu tinggi, dokter mungkin menyarankan memberinya acetaminophen anak-anak (atau ibuprofen, untuk anak-anak berusia minimal 6 bulan) untuk menurunkan demam. Anda juga dapat mencoba untuk menurunkan demam anak dengan menyekanya dengan air hangat (tidak dingin) atau memandikannya dengan air suam-suam kuku. Jangan pernah memberikan aspirin pada anak. Hal ini dapat memicu sindrom Reye, suatu kelainan langka tapi berpotensi fatal
  • Balita yang mengalami roseola umumnya bisa pulih setelah beristirahat dengan cukup. Anda juga bisa membantu penyembuhannya dengan beberapa langkah di bawah ini:
  • Berikan minum yang cukup Hal ini perlu dilakukan meski anak mungkin tidak merasa haus, untuk mencegah dehidrasi. Jika Si Kecil masih mengonsumsi ASI, berikan ASI secara teratur setiap hari.
  • Beristirahat di ruangan yang sejuk Biarkan anak beristirahat dalam ruangan yang nyaman dan temperatur rendah atau sejuk. Jika memungkinkan, Anda bisa membuka jendela kamar tidurnya agar ruangan tidak terasa pengap.
  • Mandi dengan air hangat Jangan menggunakan air dingin saat mandi selama sakit. Sebagai gantinya, mandikan dia dengan air hangat. Jika tidak memungkinkan, Anda disarankan untuk membersihkan tubuhnya dengan lap yang dibasahi air hangat.
  • Umumnya roseola infantum dapat reda dengan sendirinya dalam satu minggu.
  • Infeksi roseola bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun. Maka dari itu, jika anak Anda terkena roseola infantum, sebaiknya dia tidak bersekolah dulu hingga kondisinya membaik, agar tidak menularkan infeksi kepada anak-anak lain.

    Roseola juga bisa terjadi pada orang dewasa jika belum pernah terpapar virus ini. Infeksi roseola pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala-gejala yang ringan, tapi juga bisa menular pada anak-anak. Hingga saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah roseola, sehingga penting menghindari kontak dengan orang yang sedang terinfeksi

Harus ke dokter bila

  • Anak mengalami demam tinggi dan kejang.
  • Ruam tidak hilang setelah tiga
  • Sistem kekebalan tubuh anak lemah akibat menderita penyakit serius.
  • Anak sedang menjalani pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi.

wp-1520740760417..jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s